Wednesday, 29 March 2017

Apakah Bulan Rajab Baik Untuk Menikah?

Blog Khusus Doa - Alhamdulillah ditahun ini kita sudah memasuki bulan rajab yang yaitu bulan ketujuh dalam kalender hijriyah. Bulan rajab merupakan salah satu bulan yang suci atau bulan yang dimuliakan, karena pada bulan inilah larangan untuk perbuatan haram lebih ditekankan dan sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan. Maka dari itu, di bulan rajab mayoritas kaum muslimin pada berlomba-lomba untuk mencari pahala dengan melakukan amalan kebaikan seperti puasa sunah di bulan rajab serta berbagai amalan-amalan lainnya seperti memperbanyak wirid, dzikir dan doa selama bulan rajab.

Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan pada bulan ketujuh hijriyah ini. Untuk lebih jelasnya, silakan teman-teman bisa pelajari artikel kami yang berjudul "Keistimewaan Bulan Rajab dan Keutamaan Puasa Rajab".

Okey kembali ke topik pembahasan, yaitu Apakah Bulan Rajab Baik Untuk Menikah?
Perlu kita GARIS BAWAHI bahwasanya semua hari itu baik selama tidak ditemukan adanya larangan dalam syariat, jadi mau kapan saja mengadakan pernikahan, resepsi atau hajatan, semua tanggal dan hari itu baik. Kecuali memang ada dalilnya, Dalam Hukum Islam, kita dilarang keras untuk menghukumi tanggal atau hari sial. Kabar baiknya, tidak ada satu dalil yang dijumpai tentang tanggal atau hari sial yang memang perlu dijauhi untuk mengadakan suatu acara sakral atau resepsi lainnya. Banyak orang memilih hari atau tanggal tertentu karena menganggapnya paling baik, sedangkan ada hari dan tanggal yang mereka anggap sebagai hari sial, hal ini sebaiknya dijauhi. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa hal menganggap suatu hari adalah hari atau tanggal sial maka itu disebut sebagai sebuah kesyirikan.

Satu contoh yang bisa diambil tentang thiyaroh yang syirik adalah keyakinan sial akan bulan suro atau Muharam oleh sebagian masyarakat. Banyak yang akan menjauhi bulan suro saat mencari hari baik untuk menikah. Mereka berpantang untuk mengadakan resepsi dalam bentuk apapun karena ada anggapan bulan suro bisa mendatangkan celaka yang padahal menurut Rasulullah SAW adalah sebuah hal syirik. Rasulullah SAW bersabda,
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلَاثًا
Artinya :
“Thiyarah itu syirik…, Thiyarah itu syirik…, (diulang 3 kali)” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan yang lainnya. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Sanadnya shahih).

Namun untuk masalah bulan baik yang bisa dipertimbangkan ketika akan menikah menurut Islam adalah bulan Syawal. Selain bulan Syawal, Hari Baik Untuk Menikah Menurut Islam adalah pada bulan Ramadhan. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah dan istrinya menikah tepat di bulan Syawal dan di bulan yang sama jugalah mereka memasuki nikah. Disunnahkan juga oleh Sayyidah ‘Aissyah bahwa bulan syawal merupakan bulan baik untuk pernikahan, sedangkan Rasulullah sendiri menyatakan bahwa bulan Ramadhan hari baik untuk menikah menurut Islam.

Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah RA;
تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى ؟ قال وكانت عائشة تستحب أن تدخل نساءها في شوال
Artinya :
“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jikalau suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain)

Tidak ada salahnya untuk senantiasa bersikap optimis karena pada dasarnya tanggal kapanpun itu dianggap baik. Daripada menebak-nebak apalagi datang ke peramal, bertawakkal-lah kepada Allah SWT dan meminta perlindungan serta berkah supaya pernikahan dilancarkan dan keluarga damai dan sejahtera. Meski banyak pro dan kontra tentang hari baik pernikahan, untuk lebih aman dan jelasnya lihat langsung pada hadits dalam menentukan hari baik untuk menikah.

Dan tidak disarankan untuk meyakini hal-hal yang berbau ramalan karena takdir dan nasib seseorang tidak ada hubungannya sama sekali dengan bulan jodoh, tanggal nikah, weton dan lain-lainnya. Rasulullah SAW sendiri sudah bersabda bahwa siapa yang datang ke peramal dan menanyakan hal-hal yang berhubungan tentang masa depan, nasib dan sebagainya, sholat orang tersebut selama 40 hari tidak akan diterima.

Nabi Muhammad SAW bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya :
“Barang Siapa yang mendatangi peramal, kemudian bertanya tentang sesuatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR. Ahmad, Muslim)

Wednesday, 8 March 2017

3 Amalan Yang Dapat Memperpanjang Umur

Blog Khusus Doa - Setiap manusia tentu ingin dikaruniai usia/umur yang panjang, dan tentunya umur panjang tersebut dimanfaatkan sebaik2nya untuk beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dikarunia umur panjang dan dimanfaatkan untuk kebaikan didunia, beribadah kepada Allah SWT serta menjauhi segala larangannya. Amin.

Banyak cara yang dapat kita lakukan agar supaya diberi umur panjang, beberapa diantaranya yaitu menjaga pola hidup yang sehat, bersilaturahmi, bersedekah, berbakti kepada orang tua juga disebutkan bisa memperpanjang umur seseorang, serta berdoa meminta kepada Allah SWT agar diberi umur yang panjang.

Untuk bacaan doa memohon agar diberi umur panjang, silakan teman-teman bisa pelajari artikel yang berjudul : "Doa Panjang Umur, Sehat Selalu dan Murah Rezeki Lengkap"

Menurut hadist Nabi Muhammad SAW, Allah akan memperpanjang umur orang-orang yang dikehendaki. Namun bukan dengan cuma-cuma, karena manusia juga harus berusaha semaksimal mungkin serta berdoa. Nah, berikut adalah beberapa amalan-amalan yang dapat kita amalkan setiap hari, agar supaya kita semua diberi umur panjang oleh Allah SWT.

Bersedekah (dapat memperpanjang umur)

Begitu banyak keajaiban yang bisa didapatkan dari keikhalasan memberi kepada orang lain ini. Dengan bersedekah, Allah SWT tidak hanya membalas dengan menambahkan rezeki lebih kepada hamba-Nya namun juga umur yang lebih.

Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah Saw bersabda,
“Sesungguhnya sedekah seorang Muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya.” (HR. Thabrani).

Namun banyak kita dapati orang-orang yang memiliki rezeki lebih enggan bersedekah. Mereka menyimpan hartanya untuk dirinya dan keluarga. Padahal disetiap harta yang kita dapatkan, ada hak orang lain yang harus dikeluarkan melalui zakat atau sedekah lainnya.

Silaturahmi (dapat memperpanjang usia)

Di tengah era modern yang mengharuskan kecepatan dalam bekerja, silaturahmi menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Pagi hari, seseorang sudah sibuk mempersiapkan diri untuk bekerja, siang hari mereka berkutat dengan pekerjaan menumpuk yang dikejar deadline, malamnya sudah kelelahan dan mempersiapkan hari esok dengan rutinitas yang sama.

Jadi kapan silaturahminya? Untungnya ada alat komunikasi yang semakin mendekatkan jarak dan waktu. Baik melalui telepon, email, maupun sosial media. Sayang sarana ini pun tidak digunakan untuk silaturahmi. Justru hanya menjadi sarana untuk pamer tas baru, sepatu baru, perhiasan baru yang justru menjadi sumber-sumber dosa.

Padahal silaturahmi merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Selain membuat hubungan antar sesama manusia menjadi lebih dekat, silaturahmi juga dapat memperpanjang usia seseorang. Hal ini seperti yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Bukhari yang artinya:
”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.” (HR. Bukhari)

Berbakti kepada Orang Tua (dapat memperpanjang umur)

Bakti kepada orang tua juga menjadi salah satu amalan yang dapat memperpanjang usia seseorang. Amalan ini memang terkesan sederhana, namun bagaimana jika kita mencoba melaksanakannya?

(Pelajari juga: Pahala dan Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)

Meski di dalam hatinya seorang anak begitu menyayangi orang tua, namun tidak dipungkiri bahwa kita sering menyakiti perasaan mereka. Semakin besar usia seorang anak, maka semakin besar pula potensi seorang anak melawan orang yang mendidik dan membesarkannya sejak kecil ini.

Terlebih jika anak sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, maka dengan sombongnya mereka membentak atau mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Hal-hal seperti inilah yang jarang kita ingat sebagai anak. Ketika berhasil memberi mereka uang atau barang dengan hasil keringat kita, maka kita sudah merasa sudah berbakti kepada ayah dan ibu.

Padahal berbakti tidak hanya perkara uang, namun perkara hati. Bagaimana kita sebagai anak tetap menghormati dan meninggikan derajad keduanya, meski sudah memenuhi kebutuhan mereka. Karena apapun yang kita berikan, sebenarnya tidak akan pernah bisa membalas apa yang sudah orang tua lakukan terhadap kita.

Jika berhasil melakukan hal ini, Allah menjanjikan untuk hamba tersebut umur yang panjang.
“Barang-siapa berbakti kepada kedua orang tuanya, maka Allah akan menambah umurnya.” (HR. al-Baihaqi)
“Barangsiapa senang (ber-harap) Allah memperpanjang umurnya dan menam-bah rizkinya, maka hendaklah berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung hubungan sanak-famili.” (HR. al-Baihaqi).
.

Itulah beberapa amalan yang dapat memperpanjang usia yang dapat kita amalkan. Sepanjang-panjangnya usia manusia pasti pada akhirnya akan meninggal dunia juga. Karena kematian merupakan suatu kepastian yang akan dialami oleh makhluk yang bernyawa. Namun terkait kapan kematian itu datang, hanya Allah SWT yang tahu dan maha menentukan.

Meski kematian adalah ketentuan pasti, akan tetapi waktunya bukanlah suatu yang ditentukan kepastiannya. Terdapat banyak riwayat yang menjelaskan bahwa usia bisa diperpanjang atau diperpendek sesuai kehendakNya.