Tuesday, 26 July 2016

5 Tingkatan dalam Berdoa, Anda termasuk yang Mana?

Blog Khusus Doa - Setiap hari tentu kita berdoa kepada Allah SWT, baik dalam keadaan senang maupun dalam kesulitan, Amin. Karena dengan berdoa kita bisa mencurahkan segala perasaan dan isi hati kita. Namun terkadang doa-doa yang sudah kita panjatkan tidak kunjung terkabul, Apa yang salah?

Perlu kita pahami, ternyata ada beberapa tingkatan dalam berdoa. Ada orang yang berdoa dengan lalai, was-was dan ada juga yang berdoa dengan hati fokus. Anda Termasuk yang mana?
(Pelajari juga: Hal-hal yang Menjadi Penghalang Terkabulnya Doa)

Nah berikut adalah ulasan selengkapnya mengenai tingkatan dalam berdoa yang patut kita ketahui, sebagaimana dilansir dari laman Islam Pos bahwasanya Ibnu al-Qayyim menyatakan bahwa ketika datang seseorang untuk berdoa ada 5 tingkatan, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Lalai
    Tingkat pertama ialah tingkatan yang salah, sebab ia berdoa dengan lalai. Sebab sebelum berdoa ia tidak melakukan berwudhu dan tidak berdoa pada waktu yang tepat . Sehingga saat berdoa, mulitnya berbicara tapi hatinya lalai mengingat Allah SWT.
  • Was-was
    Tingkatan yang kedua adalah orang yang berdoa dengan hati yang was-was. Dia berdoa pada waktu yang tepat, namun tidak berwudhu terlebih dahulu. Ia juga berdoa sambil memikirkan segala bisikan-bisikan syaitan atau pemikiran yang terlintas dalam dirinya sehingga saat berdoa dia tidak tenang, penuh dengan kewas-wasan.
  • Perjuangan
    Tingkatan ketiga adalah orang yang berdoa dengan perjuangan. Walaupun tidak berwudhu, ia berdoa pada waktu yang tepat. Saat ia berdoa, ada bisikan-bisikan yang terlintas dalam hati dan pikirannya, namun ia tetap berjuang untuk menghilangkan bisikan-bisikan itu agartetap khsyu dalm berdoa.
  • Hati Terfokus
    Tingkatan keempat adalah orang yang berdoa dengan hati yang fokus. Ia memenuhi semua persyaratan doa, dan hatinya sepenuhnya fokus dan tidak waspad. Ia juga melakukan shalat dengan baik dan sempurna. Hatinya terbenam dalam doa dan ibadah kepada Allah SWT.
  • Pengajuan Lengkap
    Tingkatan kelima adalah doa dengan pengajuan yang kengkap. Ia melakukan persyaratan doa dengan sempurna, mengikhlaskan hatinya sebelum berdoa, dan hanya mengharapkan ridho-Nya semata.

    Ia melihat Allah dengan hatinya, seolah-olah ia benar-benar melihat-Nya. Ia mampu menghadirkan Allah SWT dalam hati dan dirinya. Sehingga segala kewas-wasan dan pikiran-pikiran negatif hilang, dan ia mengajukan doanya dengan lengkap seolah-olah di dunia ini hanya ada dia dan penciptanya.

Teman-teman, itulah 5 tingkatan dalam berdoa yang dapat kami share sebagaimana penjelasan Ibnu al-Qayyim. Selama ini kita berada dalam tingaktan berapa saat berdoa? Semoga sedikit artikel ini memberikan kita pelajaran berharga agar kita bisa meningkatkan kualitas doa kita kepada Allah SWT. Amin-amin Ya Robbal 'Aalamin.

Sunday, 24 July 2016

Hikmah Berdoa Sebelum Berhubungan Badan Suami Istri

Blog Khusus Doa - Pada artikel terdahulu, kami pernah berbagi bacaan doa ketika suami istri hendak melakukan hubungan badan, doa ketika keluar air mani serta doa setelah berhubungan badan. Jika teman-teman ada yang belum mempelajarinya, silakan bisa dipelajari artikel kami yang berjudul "Doa Ketika Berhubungan Badan Suami Istri Lengkap Arab, Latin dan Artinya".

Nah, pada artikel ini kita akan kembali mempelajari doa tersebut namun lebih ke manfaatnya ketika suami istri membaca doa sebelum berhubungan badan. Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:
بِسْــــمِ اللهِ اَللّهُـــمَّ جَنِّبْـنَا الشَّيْــطَانَ وَ جَنِّبِ الشَّيْــطَانَ مَا رَزَقْتَـنَا
“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”,
Kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya,” (HR. Bukhari no. 6388 dan Muslim no. 1434).

Kapan Waktu Membaca Doanya?
Dilansir dari laman Islam Pos, Ash Shon’ani berkata bahwa hadits tersebut adalah dalil bahwa do’a tersebut dibaca sebelum bercumbu yaitu ketika punya keinginan. Karena dalam riwayat Bukhari lainnya disebutkan;
“Adapaun jika salah seorang dari mereka mengucapkan ketika mendatangi istrinya …” (HR. Bukhari no. 5165). Makna kata “ketika” (حِينَ) dalam riwayat ini bermakna “berkeinginan”, (Subulus Salam, 6: 91).

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9: 228) berpendapat bahwa do’a ini dibaca sebelum hubungan intim. Begitu pula pendapat Syaikh ‘Abdul Qodir Syaibah dalam Fiqhul Islam, 7: 61-64.

Intinya, do’a ini diucapkan sebelum memulai hubungan intim dan bukan di pertengahan atau sesudahnya. Hukum membaca do’a ini adalah sunnah (mustahab) (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 1: 190). Dan jika dilihat dari tekstual hadits di atas, do’a ini dibaca oleh suami.

Hikmah dan Manfaatnya
  1. Mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini sudah merupakan berkah tersendiri. Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu pernah berkata;
    ”Aku tidaklah biarkan satu pun yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam amalkan kecuali aku mengamalkannya karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang,” (HR. Bukhari no. 3093 dan Muslim no. 1759).
  2. Setan tidak akan turut serta dalam hubungan intim tersebut karena di dalam do’a ini diawali dengan penyebutan “bismillah”. Demikian pendapat sebagian ulama. Mujahid rahimahullah berkata;
    “Siapa yang berhubungan intim dengan istrinya lantas tidak mengawalinya dengan ‘bismillah’, maka setan akan menoleh pada pasangannya lalu akan turut dalam berhubungan intim dengannya,” (Fathul Bari, 9: 229).
  3. Kebaikan do’a ini pun akan berpengaruh pada keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim tersebut. Buktinya adalah riwayat mursal namun hasan dari ‘Abdur Razaq di mana disebutkan;
    “Jika seseorang mendatangi istrinya (berhubungan intim), maka ucapkanlah ‘Ya Allah, berkahilah kami dan keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini, janganlah jadikan setan menjadi bagian pada keturunan kami’. Dari do’a ini, jika istrinya hamil, maka anak yang dilahirkan diharapkan adalah anak yang sholeh,” (Fathul Bari, 9: 229).
  4. Keturunan yang dihasilkan dari hubungan intim ini akan selamat dari berbagai gangguan setan. Jika dipahami dari tekstual hadits, yang dimaksud dengan anak tersebut akan selamat dari berbagai bahaya adalah umum, yaitu mencakup bahaya dunia maupun agama. Namun Al Qodhi ‘Iyadh berkata bahwa para ulama tidak memahami seperti itu. (Minhatul ‘Allam, 7: 348).

    Ibnu Daqiq Al ‘Ied berkata, “Bisa dipahami dari do’a ini bahwa setan juga tidak akan membahayakan agama anak dari hasil hubungan intim tersebut. Namun bukan berarti anak tersebut ma’shum, artinya selamat dari dosa,” (Fathul Bari, 9: 229).

    Syaikh Ibnu Baz memahami bahwa yang dimaksud dalam hadits bahwa anak tersebut akan tetap berada di atas fithroh yaitu Islam. Setan bisa saja menggoda anak tersebut, namun segera ia akan kembali ke jalan yang lurus. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

    “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS. Al A’rof: 201) (Lihat Minhatul ‘Allam, 7: 349).
  5. Keberkahan do’a ini berlaku bagi wanita yang akan hamil dengan hubungan intim tersebut atau yang tidak hamil karena lafazhnya umum. Inilah pendapat Al Qodhi ‘Iyadh (Fathul Bari, 9: 229).

Dari penjelasan tersebut diatas, dapat kita pahami bahwa berdoa sebelum berhubungan badan suami istri sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang sudah kami paparkan diatas, ternyata banyak sekali manfaatnya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mengamalkan doa-doa sebagaimana yang anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, termasuk doa sebelum hubungan badan, serta diberi keturunan anak cucu yang baik, sholeh dan sholehah. Amin

Tuesday, 19 July 2016

Dalil Al-Qur'an dan Al-Hadtis Tentang Berdoa

Blog Khusus Doa - Doa, doa dan doa. Itulah yang bisa kita lakukan untuk mengadu segala sesuatu kepada Sang Penipta. Ketika kita dilanda kesukaran, kesulitan, dan lain sebagainya tentu kita akan berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diberi jalan keluar dan/atau kemudahan.

(Pelajari juga: Doa Agar Diberi Kemudahan dalam Segala Urusan Lengkap Arab Latin dan Artinya)

Ya... selain kita berusaha sekuat tenaga untuk mencapai sesuatu, kita juga dianjurkan untuk berdoa. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa semampu kita, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Lantas, apa sebenarnya hukum berdoa serta dalil-dalil berdoa?

Perlu diketahui, bahwa doa merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, meskipun berdoa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun tertentu seperti halnya ibadah sholat, puasa dan/atau ibadah zakat. Banyak firman Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW yang menerengkan tentang doa dan merintahkan orang-orang beriman agar berdoa. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Dalil Al-Hadits

اَلدُّعَاءُ هُوَالْعِبَادَةُ
Artinya :
Doa itu adalah Ibadah
Diriwayatkan dari Al-Turmudzî yang artinya sebagai berikut:
"Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan 'afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian." (HR. Al-Turmudzî).

مَاعَلَى اْلاَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُواللهَ تَعَالَى بِدَعْوَةٍ اِلاَّ اَتَاهُ اللهُ اِيَّاهَا اَوْصَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا مَالَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ اَوْقَطِيْعَةِ رَحِمٍ
Artinya :
"Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang." (HR Al-Thurmudzî).

Dalil Al-Qur'an

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya :
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A'raf : 55-56)

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
Artinya :
"Dan Allah mempunyai nama-nama yang sangat indah (Al-Asmâ'u al-Husnâ), maka memohonlah kamu kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama itu." (QS. Al-A'raf : 180)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya :
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah : 186)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya :
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS. Al-Mu'min : 60)

Teman-teman, itulah beberapa dalil Al-Qur'an dan A-Hadits tentang berdoa. Sudah sangat jelas, jika kita tidak pernah berdoa kepada Allah SWT maka apalah jadinya? Karena Allah SWT sudah berjanji sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur'an: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu".

Semoga sedikit artikel yang kami share pada kesempatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Tanda-tanda Orang Meninggal dengan Khusnul Khotimah

Blog Khusus Doa - Setiap manusia tentu menginginkan di akhir hayatnya atau ketika meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah. Karena dengan khusnul khotimah, Insya Allah orang tersebut akan mendapatkan syurga di alam akhirat nanti. Amin.

Mungkin kita tidak akan pernah tahu bagaimana nanti ketika kita meninggal, apakah khusnul khotimah atau sebaliknya. Namun sebagai manusia kita selalu berusaha agar supaya diakhir khayat nanti kita semua khusnul khotimah, dengan berbuat bagi dikeseharian kita, bertaqwa kepada Allah SWT serta selalu memohon dan berdoa agar ditutup usia nanti dalam keadaan baik atau khusnul khotimah.

(Pelajari juga: Bacaan Doa Khusnul Khotimah, Doa Agar Ditutup Usia dalam Kebaikan)

Sebagaimana kami kutip dari laman Islam Pos, bahwasanya dalam kitab Ahkamul Jana'iz, setidaknya kita bisa menemui tanda-tanda orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mengucapkan syahadat menjelang wafat
    Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
    “Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud 3118)
  2. Meninggal dengan keringat di dahi
    Suatu ketika, Buraidah bin Hashib radhiyallahu ‘anhu datang ke Khurasan, menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Ternyata saudaranya dalam kondisi sakaratul maut. Ketika wafat, ada keringat di dahinya. Buraidah langsung bertakbir.
    “Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
    “Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad 22964, Nasai 1839 dan yang lainnya)
  3. Meninggal pada malam atau siang hari Jum’at
    Dalam hadis dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Apabila ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka Allah akan menjaganya dari pertanyaan kubur.” (HR. Ahmad 6582, Turmudzi 1095, dan yang lainnya)
    Pelajari juga: (Keutamaan Meninggal Dunia di Hari Jum'at bagi Orang Muslim)
  4. Syahid di medan perang
    Allah Ta’ala berfirman,
    وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
    Artinya :
    “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki.” (QS. Ali Imran: 169)

    Dalam hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan banyak keutamaan orang yang mati di medan jihad. Dari Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. Turmudzi 1764, Ibnu Majah 2905, dan yang lainnya)
    Dalam hadis lain, ada seorang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Ya Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan ditanya dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?”
    Jawaban Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai ujian kesabaran baginya.” (HR. Nasai 2065 dan dishahihkan al-Albani)
  5. Meninggal setelah bersabar dengan ujian yang Allah berikan
    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?”

    ‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak.

    “Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    ‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat.

    Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,
    “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).
    Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari 2480).
    Dalam hadis lain dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).
    Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, Al-Hafidz Al-Aini mengatakan,
    “Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128).
  6. Meninggal dalam keadaan berjaga (ribath) fi sabilillah (di daerah perbatasan negeri muslim dan kafir).
    Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim 5047)
  7. Meninggal dalam keadaan beramal shalih.
    Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang dia mengiri hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga,” (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Nah, jika kita menemui tanda-tanda di atas, semoga orang yang meninggal tersebut benar-benar dalam keadaan khusnul khotimah, dan semoga kita semua nanti di akhir khayatnya dalam keadaan baik. Amin.

Monday, 18 July 2016

Hal-hal yang Menjadi Penghalang Terkabulnya Doa

Blog Khusus Doa - Pada artikel terdahulu kita telah mempelajari beberapa adab dalam berdoa, agar supaya doa kita cepat terkabulkan oleh Allah SWT. Beberapa diantaranya yaitu menjauhkan diri dari yang haram, baik itu pakaian, makanan dan sebagainya. Ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Berdoa dan bertawasul dengan amal-amal shaleh yang pernah kita lakukan.

Bagi teman-teman yang belum mempelajarinya, silakan pelajari : Inilah Adab Dalam Berdoa Agar Dikabulkan oleh Allah SWT

Nah, untuk terkabulnya sebuah doa kita tidak hanya untuk mengikuti adab-adab dalam berdoa, tetapi kita perlu memperhatikan hal-hal yang menjadi penghalang terkabulnya doa. Sebagaimana kami lansir dari laman Islam Pos, berikut adalah beberapa hal yang menjadi penghalang terkabulnya doa seseorang, antara lain:
  1. Harta berasal dari yang haram
    Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?! (H.R Muslim)
  2. Tidak yakin dalam doanya (hatinya lalai).
    Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi main-main (H.R atTirmidzi, dishahihkan al-Hakim dan dihasankan al-Albany)
  3. Tergesa-gesa.
    Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan. (H.R alBukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
  4. Doanya mengandung dosa atau memutuskan silaturrahmi
    Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturrahmi kecuali Allah akan beri 3 kemungkinan.” (H.R atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid(baik) oleh al-Bushiry).

Teman-teman, itulah 4 hal penghalang terkabulnya doa. Semoga kita semua dapat menghindari 4 hal tersebut agar supaya doa kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Teman-teman juga bisa mempelajari artikel berikut ini supaya doa cepat terkabul: Waktu-waktu Mustajab untuk Berdoa Agar Cepat Terkabul

Jika doa kita tidak kunjung terkabul, maka jangan patah semangat. Teruslah berdoa dan memohon hanya kepada Allah SWT tentunya dengan ikhlas dan kerendahan hati. Meskipun doa kita tidak secara langsung dikabulkan, yakinlah semua pasti ada manfaatnya.

Pelajari juga: 10 Penyebab Doa Tertolak serta Manfaat Doa yang Ditolak

Terima kasih kepada teman-teman semua yang setia mengunjungi blog khusus doa, serta tidak lupa kami ucapkan kepada para pengunjung baru blog khusus doa. Semoga apa yang sudah kami share di blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin

Sunday, 17 July 2016

Hukum Pernikahan Sesama Jenis Dalam Agama Islam

Blog Khusus Doa - Di indonesia, akhir-akhir ini banyak media yang memberitakan pernikahan sesama jenis. Nampaknya pernikahan sesama sejenis ini sudah tidak tabu lagi meskipun sebenarnya di indonesia sendiri masih dilarang.

Kasus terbaru yang sedang ramai di beritakan media saat ini yaitu pernikahan sejenis antara Suwarti alias Efendi Saputra yang menikahi wanita bernama Heniyati. Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, dalam pemeriksaan terkuak bahwa Suwarti bukanlah perempuan lesbian. Ia memang sayang dengan istrinya yang juga sesama perempuan. Namun hasrat seksualnya seperti sudah mati. Saking sayangnya dan demi membahagiakan Heniyati, bahkan Suwarti tidak marah ketika dilaporkan ke polisi. Penyesalannya bukan karena ia sudah membohongi Heniyati, tapi justru karena sudah menyakiti hati Heniyati.

Lantas, bagaimana pandangan islam mengenai pernikahan sesama jenis? baik itu laki-laki dengan laki-laki mapun perempuan dengan perempuan. Dilansir dari laman Vemale, Anggota Majlis Tarjih PP Muhammadiyah, Marifat Iman menyampaikan bahwa pernikahan sejenis atas nama hak asasi manusia (HAM) justru melanggar HAM itu sendiri. Pasalnya, HAM yang seharusnya diperjuangkan adalah hak yang sesuai dengan kodrat alam dan digariskan Tuhan. Hal ini mengingat manusia telah diciptakan berpasang-pasangan.


Selain itu, Ketua Komisi Fatwa MUI, Ma'ruf Amin mengungkapkan, pernikahan sejenis melanggarkan nilai-nilai ajaran agama Islam dan haram hukumnya. Baginya, mereka yang menyukai sesama jenis memiliki masalah psikologis yang perlu diobati.

Sumber lain, hukumonline.com juga menyebutkan bahwa penolakan terhadap perkawinan sejenis juga dinyatakan oleh pengajar hukum Islam Universitas Indonesia, Farida Prihatini. Menurut Farida, keharaman perkawinan sejenis adalah jelas. Farida berharap agar mereka yang melakukan perkawinan sejenis disadarkan bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan.

Dengan demikian, haramlah pernikahan sesama jenis dalam ajaran agama Islam. Meskipun bergulir berbagai bentuk pro dan kontra terhadap masalah ini, Islam dengan tegas menyatakan bahwa pernikahan ini adalah haram hukumnya. Setidaknya, sebagai seorang muslim, kiranya kita dapat memahami dan mengamalkan apa yang menjadi pedoman dalam hidup kita.

Semoga anak cucu dan keturunan kita tetap dalam jalan Allah SWT, terhindar dari pergaulan bebas apalagi dalam pernikahan sejenis. Mudah-mudahan artikel yang singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin

Thursday, 14 July 2016

Subhanallah... Mustajabnya Doa di Hari Jum'at yang Penuh Barokah

Blog Khusus Doa - Tentunya sudah pada tahu bahwa hari jum'at adalah hari yang penuh barokah. Hari dimana manusia pertama (Nabi Adam) diciptakan, hari dimasukkan dan dikeluarkannya Nabi adam dari Syurga. Hari dimana dosa-dosa akan diampuni yakni hari jum'at. Maka dari itu, perbanyak berdoa kepada Allah SWT di hari jum'at ini sangat bagus kita lakukan untuk memohon pengampunan dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :
Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya. (HR Bukhari)

Pelajari juga: Rahasia dan Keutamaan Hari Jum'at yang Jarang Diketahui

Seperti dilansir dari laman islam pos, salah satu ibadah yang dapat kita lakukan ialah berdoa kepada Allah SWT. Memohon kepada-Nya atas apa yang kita butuh dan inginkan. Kita gantungkan segala permasalahan hidup ini kepada Allah SWT. Dan yakinlah Allah pasti mengabulkannya.

Meski begitu, tak ada salahnya bagi kita untuk mencari waktu yang tepat dalam berdoa. Sebab, ada beberapa waktu yang bisa kita gunakan untuk berdoa agar lebih mustajab atau lebih memiliki harapan besar dikabulkannya doa. Nah, salah satunya pada hari Jumat. Tetapi, hanya pada waktu khusus saja. Kapankah itu?

Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah membicarakan perihal hari Jumat. Beliau bersabda,
“Pada hari itu (hari Jumat) terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba berdiri melaksanakan shalat dan berdoa memohon sesuatu kepada Allah pada waktu tersebut, melainkan Allah pasti akan mengabulkannya.” Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menggambarkan singkatnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya, pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang Muslim mendapatkan waktu tersebut kemudian ia meminta kepada Allah suatu kebaikan, melainkan Allah pasti memberinya, yaitu setelah ashar,” (HR. Ahmad).

Dari Jabir RA, dari Nabi ﷺ bersabda,
“Hari Jumat ada dua belas jam. Di dalamnya terdapat satu waktu yang tidaklah seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu melainkan Allah akan mengabulkannya. Oleh karenanya, carilah ia pada saat-saat terakhir setelah shalat ashar,” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata,
“Abdullah bin Umar berkata, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyampaikan hadis dari Rasulullah ﷺ mengenai satu waktu yang terdapat pada hari Jumat?’ Aku menjawab, ‘Ya, aku pernah mendengar ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Waktu tersebut berlangsung antara duduknya imam sampai selesainya shalat’,” (HR. Muslim).

Ibnul Qayyim dan selainnya dari kalangan ahlul ilmi menguatkan bahwa satu waktu pada hari Jumat itu adalah setelah shalat ashar.

Ibnul Qayyim berkata, “Menurut pendapat saya, waktu shalat juga merupakan waktu yang dimungkinkan terkabulnya doa. Jadi, keduanya merupakan waktu mustajab, meskipun satu waktu yang dikhususkan di sini adalah akhir waktu setelah shalat ashar. Satu waktu tersebut telah ditentukan dari hari Jumat; tidak maju dan tidak mundur. Adapun waktu shalat, ia mengikuti shalat itu sendiri; maju atau mundurnya. Sebab, dengan berkumpulnya kaum muslimin, shalat, kekhusyuan dan munajat mereka kepada Allah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap terkabulnya doa. Dan waktu di mana kum muslimin sedang berkumpul, maka doa pada saat itu sangat berpotensi terkabul. Dengan demikian, semua hadis yang disebutkan adalah sesuai…” (Zadul Ma’ad dengan tahqiq Al-Arnauth [2/394]).

Teman-teman, marilah kita manfaatkan keberkahan hari jum'at ini yang dapat kita temui seminggu sekali dengan memperbanyak amal-amalan yang baik serta berdoa memohon ampunan hanya kepada Allah SWT.

Pelajari juga: Kumpulan Doa-doa Mustajab, Doa yang Cepat Dikabulkan oleh Allah SWT

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang sholih, orang-orang yang bertaqwa. Amin Ya Robbal 'Aalamiin. Semoga sedikit artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Monday, 11 July 2016

Kisah Usman Bin Affan Sahabat Nabi yang Memiliki Rekening Bank

Blog Khusus Doa - Mungkin dari kalian sudah ada yang tahu bahkan belum tahu sama sekali kalau salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW memiliki Rekening Bank di Arab Saudi. Beliau adalah Sahabat Usman Bin Affan. Seperti yang kita ketahui, bahwa Utsman bin Affan dikenal sebagai seorang pebisnis yang kaya raya, dermawan, dan murah hati. Tak heran jika Khalifah Utsman bin Affan saat ini memiliki rekening di salah satu bank di Arab Saudi. Tidak hanya itu, bahkan tagihan listrik dan pajak atas sejumlah properti seperti hotel juga masih atas nama yang sama.

Lalu bagaimana kisahnya sehingga Ustman bin Affan memiliki sejumlah properti di Arab Saudi?

Dilansir Madinatul Quran, diriwayatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kota Madinah pernah mengalami panceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda :
“Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surgaNya Allah Ta’ala” (HR. Muslim).


Mendengar hal itu, Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi. Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekalipun Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa Surga Allah Ta’ala, tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini. “Bagaimana kalau aku beli setengahnya saja dari sumurmu,” Utsman melancarkan jurus negosiasinya.

“Maksudmu?” tanya Yahudi keheranan.

“Begini, jika engkau setuju maka kita akan memiliki sumur ini bergantian. Satu hari sumur ini milikku, esoknya kembali menjadi milikmu kemudian lusa menjadi milikku lagi demikian selanjutnya berganti satu-satu hari. Bagaimana?” jelas Utsman.

Yahudi itupun berfikir cepat,”… saya mendapatkan uang besar dari Utsman tanpa harus kehilangan sumur milikku”. Akhirnya si Yahudi setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah, untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya. Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk 2 hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah. Yahudi itupun mendatangi Utsman dan berkata, “Wahai Utsman belilah setengah lagi sumurku ini dengan harga sama seperti engkau membeli setengahnya kemarin”. Utsman setuju, lalu dibelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumahpun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan Sumur Raumah, sejak itu sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya.

Rupanya Sumur Raumah masih bisa dimanfaatkan hingga sekarang ini. Bahkan di sekitar sumur, ditumbuhi pohon kurma hingga mencapai 1550 pohon. Kebun kurma itu hingga saat ini dikelola oleh Departemen Pertanian Saudi. Separuh hasil dari penjualan kurma disimpan dan ditabung dalam rekening bank atas nama Utsman bin Affan di bawah pengawasan Departemen Pertanian. Sedangkan separuhnya disumbangkan untuk anak yatim dan fakir miskin.

Sunday, 10 July 2016

Doa Mohon Keluarga Sakinah, Mawadah Wa Rahmah

Blog Khusus Doa - Memiliki keluarga yang Sakinah, Mawadah Wa rahmah adalah dambaan setiap keluarga. Karena Sakinah, mawaddah, wa rahmah merupakan sebuah pokok yang harus ada dalam menjalin kehidupan berkeluarga. Agar kehidupan suami istri menjadi aman, tentram dan damai, kedua belah pihak (suami-istri) diharuskan untuk saling pengertian, saling mencintai, saling menjaga, saling memberi kepercayaan dan kasih sayang sepenuhnya.

Mungkin kita sering mengucapkan doa atau mengucapkan selamat atas pernikahan saudara dan rekan-rekan kita ketika mereka baru saja menikah dengan ucapakan selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Ya... ucapan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun tidak cukup disitu, sebagai orang yang memiliki keluarga kita juga dianjurkan untuk selalu berdoa, memohon agar keluarga kita menjadi keluarga yang aman, tentram dan damai atau sakinah, mawadah wa rahmah.

Pelajari juga: Doa Mohon Kemuliaan Keluarga


Salah satu doa untuk memohon keluarga yang sakinah sebagaimana yang pernah di amalkan oleh Nabi Ibrahim adalah sebagai berikut:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Artinya :
Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan Kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab atau hari kiamat. (QS. Ibrohim : 40-41)

Pelajari juga: Kumpulan Doa-doa dalam Al-Qur'an Lengkap Bahasa Arab dan Terjemahannya

Bacaan doa diatas terdapat dalam Al-Qur'an Surat Ibrohim Ayat 40 - 41. Doa diatas juga baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt, khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.

Dalam Al‐Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim, ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota aman, tentram dan anak turunannya diselamatkan dari kemusyrikan.

Dengan mengamalkan doa tersebut diatas, semoga kita semua tergolong orang-orang yang memiliki keluarga sakinah, mawadah wa rahman. Amiin....

Friday, 8 July 2016

Kisah Sahabat Nabi, Permohonan Maaf Paling Indah yang Menyentuh Hati

Blog Khusus Doa - Sangat manusiawi apabila kita berbuat salah. Namun kesalahan yang paling fatal yaitu kita tidak mau dan tidak ingin meminta maaf. Semoga kita semua termasuk orang-orang pemaaf dan selalu meminta maaf ketika berbuat salah. Amin....

Berbicara tentang salah dan maaf, berikut kami punya sedikit cerita yang patut kita ketahui, patut kita ambil hikmahnya karena kisah cerita ini dari sahabat Nabi dan tentunya sangat menginspirasi bagi kita semua. Berikut adalah kisa selengkapnya sebagaimana kami kutip dari laman Islam Pos:

AL-KISAH. Para sahabat tengah berkumpul disebuah majlis, waktu itu Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ tidak bersama mereka. Ada Khalid Bin Walid, Ibnu ‘Auf, Bilal dan Abu Dzar di Majlis itu. Mereka sedang membicarakan sesuatu, lalu Abu Dzar mengemukakan pendapatnya dan berkata,

“Menurutku… Pasukannya mestinya begini dan begitu.”

Bilal menyanggah, “Tidak, usulan yang keliru.”

Abu Dzar membalas, “Engkau juga wahai anak orang yang berkulit hitam menyalahkanku!?”

Bilal lalu berdiri, marah dan menyesalkan perkataan sahabatnya, dia lalu berkata,

“Demi Allah… Aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ”

Bilal tiba dihadapan Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ sambil mengadu,

“Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Abu Dzar padaku?”

Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ bertanya,

“Apa yang dia katakan padamu?”

Bilal menjawab, “Dia mengatakan begini dan begitu…”

Wajah Rasulullah kemudian berubah.

Abu Dzar mendengar hal ini. Dia bergegas ke masjid dan menyapa Rasulullah ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ,

“Assalamu Alaikum warahmatullah wabarakatuh, Ya Rasulallah.”

Rasulullah menjawab, “Wahai Aba Dzar, apa dengan ibunya engkau menta’yirnya (menjelekkannya)? Sungguh pada dirimu ada kejahiliyaan.”

Abu Dzar sontak menangis, dia mendekat ke Rasulullah dan berkata,

“Wahai Rasulullah, mintalah kepada Allah agar mengampuniku.”

Sambil menangis, dia keluar dari masjid menemui Bilal yang sedang berjalan. Dia lalu membaringkan kepalanya sampai pipinya menempel ketanah dan berkata,

“Wahai Bilal. Demi Allah, aku tak akan mengangkat kepalaku sampai engkau menginjaknya dengan kakimu. Engkau adalah orang yang mulia dan aku orang yang hina!”

Hal ini membuat Bilal menangis. Dia mendekati sahabatnya, mencium pipinya dan berkata,

“Demi Allah, aku tak akan menginjak wajah yang pernah sujud kepada Allah.”

Mereka berdua lalu berdiri, berpelukan sambil menangis.

Adapun hari ini. Iya, hari ini. Sebagian diantara kita menyakiti saudaranya 10 kali dan dia tak mengatakan, “Maafkan aku, wahai saudaraku.”

Sebagian diantara kita mencela saudaranya, melukai prinsip dan hal yang paling berharga pada diri saudaranya dan dia tak mengatakan “Maafkan aku.”

Sebagiannya lagi melanggar kehormatan saudaranya, dan mendzhaliminha tapi malu mengatakan “Aku menyesalinya.”

Dan diantara kita ada yang menyakiti saudara dan temannya dengan tangannya tapi malu mengatakan “Aku menyesalinya.”

Meminta maaf merupakan tradisi orang yang mulia, meski sebagian menganggapnya menghinakan diri.

Semoga Allah memaafkan kita semua. Dan kami meminta maaf kepada semua yang pernah tersakiti dengan perkatan ataupun perbuatan kami.

“Tak ada kebaikan pada diri kita jika kita meninggal dalam keadaan belum saling memaafkan.”

Itulah sedikit kisah yang dapat kami share pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca semua. Tidak lupa kami juga memohon maaf kepada para pengunjung setia maupun pengunjung baru blog khusus doa, karena selama kami berbagi informasi lewat blog ini pasti ada kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Untuk itu kami mohon kepada semuanya untuk keikhlasannya membuka pintu maaf, apalagi saat ini masih di nuansa idul fitri. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Wednesday, 6 July 2016

Hikmah dan Keutamaan Puasa Syawal 6 (Enam) Hari

Blog Khusus Doa - Puasa sunah 6 hari di bulan syawal memiliki hikmah dan keutamaan yang sangat luar biasa yaitu bagi siapa saja yang mengamalkan ibadah sunah puasa syawal 6 hari maka sama halnya berpuasa satu tahun penuh. Ini sungguh sangat istimewa sekali karena jika kita melakukan puasa 1 tahun penuh maka sangatlah berat. Namun dengan hanya mengamalkan puasa enam hari di bulan syawal ini pahalanya sudah setara dengan puasa 1 tahun. Selain itu, Allah SWT juga akan menjadikan kebaikan 10 kali lipat bagi hambaNya yang mengamalkan puasa sunah syawal selama 6 hari. Subhanallah....

Dalil mengenai keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal adalah sebagai berikut :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari hadits diatas menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia yang sangat besar dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa harus berpuasa selama 1 tahun.

Sungguh beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa syawal enam hari. Ini sungguh keutamaan yang sangat luar biasa. Marilah kita melaksanakan puasa sunah ini demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah SWT.

Silakan Pelajari : Niat Puasa Syawal Sunah 6 Hari Lengkap

Ibnu Rojab ra, menyebutkan beberapa manfaat puasa enam hari di bulan Syawal, di antaranya:
  1. Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
  2. Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
  3. Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah sat. jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
  4. Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu, maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah).

Adapun untuk pelaksanaan puasa syawal, lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut. Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda.

Itulah beberapa hikmah dan keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal yang dapat kami share, jika kalian tahu lebih banyak lagi tentang hikmah dan manfaat lainnya silain bisa di share lewat kolom komentar. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Monday, 4 July 2016

(PRAY For Madina) Video Detik-detik Bom Bunuh Diri di Madinah

Blog Khusus Doa - Innalillahi Wa'inna Ilaihi Rajiun... Menjelang hari raya idul fitri, dunia kembali berduka karena saudara-saudara kita di Arab Saudi dilanda teror bom. Kini teror bom bunuh diri menyasar dikawasan Masjid Nabawi, Madinah, Senin (4/7/2016) atau Selasa dini hari WIB.

Aksi bom bunuh diri di Madinah tersebut terjadi di area parkir yang berdekatan dengan masjid yang juga berdekatan dengan pos penjagaan keamanan masjid. Dua anggota pasukan keamanan Saudi dan sang pelaku tewas serta beberapa jamaah lainnya terluka dalam peristia bom di Madinah.

Rekaman video Madinah dibom yang disiarkan TV al-Arabiya memperlihatkan sebuah mobil terbakar yang diduga menjadi asal ledakan tersebut. Berikut adalah salah satu rekaman video amatir bom di madinah yang terjadi dini hari tadi, 5 Juli 2016.

Silakan Liat : Video Amatir Bom Bunuh Diri di Madina

 
Mari kita doakan bersama-sama, membaca surat Al-Fatihah. Semoga saudara-saudara kita yang berada di Saudi Arabia khususnya Madina tetap sabar, semoga korban meninggal diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tetap sabar. Amin.
Al-Faatihaah....................

Saturday, 2 July 2016

(INSPIRATIF) Kisah Suami Istri Beda Agama Mempunyai 4 Anak, 2 Islam, 2 Kristen

Blog Khusus Doa - Berikut kami share kisah suami istri beda agama yang tetap langgeng meski puluhan tahun menikah. Kisah pasutri beda keyakinan ini semoga bisa menginspirasi bagi para pembaca semua, bahwasanya berbeda keyakinan itu tidak harus putus hubungan. Dan inilah kisah selengkapnya seperti dilansir dari laman JPNN.

Kehidupan rumah tangga Daniel J Bunggulawa-Misrat yang dibina sejak 1982, masih romantis. Pasangan suami istri di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara itu saling memperhatikan dan melayani satu sama lain, meski keduanya berbeda agama.

Bagi Daniel dan Misrat, membina rumah tangga bukanlah perkara sulit yang harus dilakoni. Daniel merupakan pemeluk Kristen Katolik. Sedangkan sang istri, Misrat merupakan seorang muslimah. Meski membina rumah tangga dengan keyakinan yang berbeda tidak membuat hubungan keduanya renggang, melainkan keduanya memperlihatkan kemesraan di dalam bulan suci Ramadan tahun ini.


"Semua agama memberikan berkah tersendiri bagi yang menjalankan. Saya membangunkan istri untuk berpuasa (sahur). Bahkan kalau Lebaran keluarga istri yang muslim bersilaturahmi ke rumah," kata Daniel, kepada Kendari Pos yang berkunjung ke kediamannya, di kompleks perkantoran Bupati Konut.

Pasangan yang dikarunia empat orang anak itu menjelaskan bahwa di dalam keluarga, rasa toleransi yang tinggi selalu ditanamkan. Anak pertama dan anak ketiga mereka, mengikuti keyakinan sang ayah. Sementara anak kedua dan keempat mengikuti keyakinan sang istri.

"Ketika Lebaran kami selalu berkumpul. Begitupun juga sebaliknya hari besar keagamaan saya. Istri selalu menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan di dalam rumah," tandasnya.

Kemesraan yang diasakan selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri juga dirasakan saat Hari Raya Natal. “Kami semua terlibat dalam suasana suka cita,” ujar Daniel.